Komentar dan Undangan

Mengomentari dan memberi selamat atas foto pre wedding atau status seputar persiapan pernikahan yang dipasang teman di Facebook, pasti pada pernah deh. Komentar kecil yang tulus karna ikut merasa senang atas kebahagian dan kesiapan mereka melangkah ke jenjang selanjutnya dan hidup berumah tangga.

Tapi, akhir-akhir ini gue semakin jarang melakukan hal tersebut. Jika melihat paling merasa senang dalam hati atau sekedar menekan tombol "like" tanpa meninggalkan jejak di "comment". Atau, paling banter, mengucapkan "Wah, cantik sekali! Selamat yah.. Semoga segala sesuatunya lancar ^^" selesai. Tidak memasukkan pertanyaan yang bernada tanya "kapan?" atau "di mana?"

Alasannya sederhana, ga enak hati. Jika yang dikomentari adalah teman yang tidak terlalu dekat, mungkin mereka akan membalas dengan ucapan terimakasih dan selesai. Tapi jika itu adalah komen untuk teman yang dibilang dekat tidak tapi dibilang jauh juga dekat, jadinya ribet. Ada beberapa yang setelah menerima komentar membalasnya dengan " nanti datang yah" "alamatnya di mana? nanti undangan gue kirim".

Entah kenapa gue merasa tidak enak dengan jawaban yang diterima. Kesannya seperti memberi komentar atau selamat agar di undang. Eh, gue bukan merasa ribet karena akhirnya mendapat undangan dan harus meluangkan waktu untuk menghadiri acara, tapi justru sebaliknya. Undangannya tidak pernah sampai, meski uda ngasi alamat yang diminta. Dan setelah itu rasanya segan untuk kembali memberi komentar meski ikut merasa berbahagia.

Atau skenario lainnya, akhirnya mendapatkan undangan tersebut. Tapi karena dari guenya merasa ga terlalu dekat jadinya bimbang mau datang atau tidak. Janggal rasanya. Terlebih lagi, kesannya seperti diundang karena gue memberi komentar. Ribetkan?

Bayangan resepsi pernikahan ideal menurut gue adalah dihadiri oleh keluarga dan teman-teman yang bisa menghargai acara. Dalam arti, meski tidak datang tepat waktu, tapi bisa menghadirinya sampai terakhir. Mau menunggu sampai sesi foto bersama. Mungkin terlalu muluk, tapi itu lah tamu undangan ideal bayangan gue. Karenanya, opsi private party selalu muncul untuk resepsi gue nantinya ^^

Gue putuskan untuk mengetik mengenai hal ini karena apa yang gue uraikan diatas udah pernah dialami. Bukan hanya 1 atau 2x, tapi sudah berkali-kali. Undangan yang tak kunjung datang itu entah karena salah alamat atau terlupakan. Bisa juga karena memang sejak awal hanya sebuah basa-basi. Atau, hal semacam ini memang sudah menjadi kebiasaan dalam masyarakat.


-Ling-

0 comments

Post a Comment