My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Bwee..

Can you see the little tongue? Ckckck..

Beberapa waktu lalu ii baru bilang, "jangan-jangan nanti baru lahir si Onga uda bisa melet". Ternyata, terakhir ke dokter malah bawa pulang foto si Onga uda bermain dengan lidahnya! Onga, onga..

Can't wait to see you my dear mini me or mini Kamu! :D


-Ling-

Wine. Homemade

Kesannya gue pecinta wine banget yah sampe bikin wine sendiri. Padahal minum seteguk aja udah celeng ckckckck

Satu-satunya alasan nyoba bikin wine dari buah anggur ini cuma karena penasaran aja. Yup, thats all. Katanya ngebuatnya gampang, dan hasilnya oke. Gimana ga penasaran?! Jadi pas lagi ke toko buah dan menemukan anggur hitam promo 49rb per kg, experiment time!

Dari cara yang dikasi tau, gue coba crosscheck sama hasil googling. Hmmm, ternyata beda-beda jauh untuk detail pengerjaannya. Apalagi dalam penggunaan bahan. Yah, gue seh tetap pada penggunaan bahan minimal, cuma tehnik dan "perawatan" yang memungkinkan aja yang coba gue ikutin. Kalo ada yang gampang ngapain dibikin susah. Betul!? ;) 

Untuk percobaan pertama, gue ngikutin resep keluarga. Konon yang pernah dan sering bikin adalah om nyokap. Bahan-bahannya, anggur merah atau hitam dan gula batu, dengan komposisi 1kg anggur ditemani oleh 300 gram gula batu.

Kedua bahan dimasukan dalam wadah dari kaca, lalu dibiarkan selama 1 minggu diluar kulkas. Tiap hari rendaman wine gue kocok-kocok toplesnya. Katanya biar fermentasi merata. Untuk hasil lebih maksimal, ada baiknya anggur-anggurnya dibelek-belek dulu. Gue kmaren itu nggak, jadi nunggunya lebih lama dan cairan yang dihasilkan lebih dikit.

Wine pertama gue, umur 10 hari. Gue mencoba 1,8 kg anggur, dan 500 gram gula batu. Yang di foto ini adalah "sisa".  Udah dipisahkan sekitar 300 ml dan dicampur dengan arak putih dibotol terpisah. Biar raginya mati, kata si Kamu. 

Dari hasil googling, setelah fermentasi tahap pertama dengan ragi alami anggur, untuk tahap kedua, akan dicampurkan sejenis enzim/zat untuk mematikan ragi alami yang sulit dikontrol ini. Nah, cara lainnya adalah dengan mencampurkannya dengan minuman beralkohol lainnya. Salah satunya yah arak putih yang biasa untuk masak. 

Kalo secara rasa seh, ga usah ditanya. Udah pasti enakan yang ga pake campuran lagi. Soal "mematikan" ragi juga ga menjadi isu. Yah, namanya juga resep tradisional. Mungkin takaran komposisi anggur dan gulanya emang udah pas. *untuk rasa, gue sama sekali ga nyicip sendiri, tapi hasil survey beberapa orang yang disuruh nyobain. 

Nanti kalo kondisi uda memungkinkan gue bakalan nyobain! Celeng juga ga masalah deh.. hehehe...


-Ling-