My Favorite

Favorite Place. Favorite Man.

Kunjungan Pertama

Kunjungan pertama ke negeri Singa. Bosan dengan Merlion, bergaya dengan latar landmark lainnya.

Onde Day!

Happy belated Onde Day!

Foto terpampang adalah Onde hasil percobaan kedua tahun ini. Onde yang dibuat pada tepat hari H semi-semi gagal, walaupun masih tetap enak.

Sedari pitik dan bisa mengingat, Onde yang gue dikenal ga ada isinya. Baru lah ketika di Jakarta ternyata Onde ada isi Kacang! Jadi, pada tahun ini berniat bikin Onde yang isi kacang juga.

Dengan bekal resep lama, rupanya susah sekali untuk membuat Onde yang pake isi. Adonan susah sekali dibentuk! Bikin satu Onde aja rasanya butuh kesabaran dan energi super. Dalam hati berpikir, ga heran Onde dijual mahal walau dibuat dari bahan super sedehana.

Dari keseluruhan adonan yang terbuat dari sebungkus tepung ketan sekitar 500gr, gue ngabur pada saat 30an butir! Itu pun tidak semuanya ada isi. Dan entah bagaimana ceritanya sampai akhirnya adonan hanya tinggal sedikit saja.

Oh yah, dari yang terbaca apakah terasa seakan gue banyak sekali andilnya dalam proses pembuatan Onde? Jika iya, maka telah terjadi kesalahan persepsi. Sebagian besar cerita ditulis dari sudut pandang nyokap! Gue cuma peran pembantu yang berasa jadi aktor utama dan numpang tenar dengan tema Onde. Hehehe

Jadi.. Nyokap yang memang pecinta Wedang Ronde penasaran dengan pembuatan Onde isi, yang dari cerita adiknya itu gampang buatnya. Pada waktu dan kesempatan yang ada, prakteklah beliau dengan bermodalkan resep dan tehnik yang selama ini dia ketahui. Gue mah apa.. Cuman berpartisipasi dalam membulatkan dan mencoba membuat Onde isi saja.

Hasil tak maksimal membuahkan berbagai klausul. Seperti adonan kurang air. Waktu jeda istirahat adonan kurang lama sampai kemungkinan tepung sudah kadaluarsa yang tetap dipaksakan meski angka yang tertera tidak berkata demikian.

Dan, ternyata semua salah air yang kurang panas. Untuk mendapatkan adonan kenyal yang bisa leluasa dibentuk harus mengunakan air panas. Dengan adonan baru semua terasa mudah. Harga Wedang Ronde pun langsung terasa tak masuk akal.

Tak tanggung. Semua Onde babak dua ini ada iainya! Nyam... Enak! Baru kali ini makan Onde sampai kenyang! Hampir 20 butir gue lahap. Hahaha..

Oh yah.. Satu bungkus tepung ketan bisa untuk sekitar 80an butir Onde ukuran sedang isi kacang. Sekedar catatan untuk pertimbangan membuat adonan kalo mau buat Onde tahun depan ^^

-Ling-

Rouge One

Ga nyangka!

Thanks to my lil sis yang menemani si bocah main jadinya punya kesempatan nonton di hari ke-2..

Sekali lagi pembuktian atas "jangan terlalu ngarap" malah membawa hasil. Ga ada persiapan nonton malah sukses tanpa perencanaan panjang. Dr. Strange yang ditunggu-tunggu dan disertai beberapakali percobaan malah gagal total. Ckckck..

-Ling-

Masuk Dus

Ditinggal cuci piring bentar eh tau-tau ada suara "Mama.. Odi ga bisa diam. Mama tolongin..". Buru-buru liat ke arah tangga. Kirain dia naik dan minta bantuan untuk turun. Lho kog nggak ada?!

Terdengar lagi suara yang kini sudah berubah jadi tangisan. "Mama, tolong..  Odi ga bisa..". Cari-cari.. Rupanya ada di kolong tangga dan terjebak dalam dus kaya gini. Mau marah mau ketawa. Ya sudah deh.. Sebelum ditolong diabadikan dulu. Dan, makin kencang pula lah tangisannya. Hahaha..

Eh ga ada kapoknya, tiap liat dus itu malah dengan pedenya cerita kalo dia pernah masuk situ dan nangis ga bisa keluar. Trus ambil ancang-ancang mau mencoba masuk lagi. Dasar two years old!

-Ling-

Papa Kerja?

Suatu malam di bulan September. Si Anak lagi mainan (baca: nonton video di YouTube) hape papanya.

Biar ga kelamaan main hape, si Papa beralasan, "Nak, uda yah mainannya. Papa mau kerja dulu". Dengan berat hati, hape pun diserahkan ke Papa dan dia mulai beraktivitas lainnya.

Lalu, cukup lama kemudian..

Anak mendekati Papa dan berkata, "Papa ga kerja lagi?". Papa yang senang ditanya begitu, dengan polos menjawab, "Nggak sayang, sudah selesai kerjanya. Kenapa?". Ternyata ketika bertanya, tangan si Anak sudah sambil pegang hape Papa. Skakmat. "Mau pinjam hape. Mau nonton playdoh (baca: Youtube)". Dan ngabur dengan senyum kemenangan khasnya. Mamanya cuma bisa nyengir menuju ngakak melihat aksi si bocah.

Tak bangga dengan kemelekatan Anak dengan hape. Bahkan sampai garuk kepala untuk berusaha melepas atau sekedar mengurangi. Tapi kalo uda kejadian begini, geli juga jadinya..

-Ling-

Cacingan

Anak ibu cacingan?
Anak saya iya!

Hua... Kaget bercampur shock dengan kenyataan melihat anak menggaruk pantat dengan muka meringis kesakitan sambil berucap "mama sakit, aduh sakit!".

Baru kemudian terpikir untuk memberinya obat cacing sirup dengan inisial merk C. Tak lupa yang tablet untuk semua penghuni dewasa di rumah. Katanya seh kalo mau mengobati cacingan anak para orang tua harus ikut minum juga.

Dari sini belajar istilah dosis tunggal. Jadi tidak seperti obat dari dokter atau obat sakit lainnya yang tertera 3x sehari atau 2x sehari, obat cacing hanya di minum 1x saja. Obat yang tablet atau kaplet, beli selempeng isi dua langsung dihabiskan sekali minum. Selesai.

Obat sirup sedikit lebih membingungkan buat awam macam saya. Meski ada keterangan dosis tunggal, buat yang belum pernah tetap saja masih bertanya-tanya. Karena sekali beli itu bukan satu takaran. Jadi jumlah yang akan diminum disesuaikan dengan umur dan berat badan anak. Sisanya disimpan.

Malam minum keesokan harinya masih mengeluh sakit. Berlanjut sampai keesokannya lagi. Meski frekuensi mengeluh sudah berkurang, tetap masih meragu. Efektifkah caranya? Tepatkah obatnya? Yah, pertanyaan emak lebay aka paranoid lah. Dengan sedikit sisa nalar, gue sendiri yang berlagak lupa telah mengajak si Bapake untuk membawa si Anake ke dokter. Berusaha menenangkan kepanikan dan desakan ke dokter yang tak perlu. *lumayan mahal euy..

Pada hari keempat, keluhan sudah tinggal sekali dua kali saja. Si Cacing yang menetap dalam perutnya sepertinya sudah keluar semua. Tinggal sisa bekas iritasi yang memerah di sekitar du*u* aja neh yang masi PR. Semoga bisa bertahan untuk tidak nyari dokter karena iritasi di daerah D aja neh. Ckckck

Baca-baca di artikel hasil nanya di Om Google, ada yang menuliskan, untuk membasmi cacing kremi ada baiknya untuk 1x mengulang minum obat setelah dua minggu. Alasannya karena telur cacing yang belum berhasil di basmi akan menetas menjadi cacing dalam waktu dua minggu. Jadi dosis tambahan ini untuk membasmi cacing-cacing yang baru menetas. Hemm.. Rupanya perjalanan dengan Cacing belum usai. Ada babak baru yang masih harus dimainkan. Semoga semua berjalan lancar dan bisa benar-benar tutup buku untuk urusan Cacing.

Jika ditanya awalnya bagaimana dan gejala apa yang tampak, cuma bisa menyebutkan beberapa poin berikut.

Sering memasukan tangan ke dalam mulut. Di sini logika sedikit muter-muter. Salah satu penyebab terjadinya cacingan karena cacing ikut terbawa masuk lewat mulut. Dan setelah cacingan, muncul keinginan lebih besar untuk memasukan jari ke dalam mulut. Entah apa kaitan cacingan dan keinginan memasukan jari ke mulut. 

Mengeluh sakit di daerah pantat. Ini mungkin bisa sakit karena iritasi larena tergaruk. Atau bisa juga sebenarnya rasa gatal yang timbul karena cacing sedang jalan-jalan keluar dari usus ke du*u*.

Tidur malam gelisah dan sering terbangun. Karena jam jalan-jalan sinCacing adalah malam, jadilah tidur tak nyenyak dan sering terbangun.

Dari artikel yang saya baca, ada poin nafsu makan menurun. Tapi karena sudah sejak lama nafsu makan si Anake sering naik turun, jadi poin ini luput dari perhatian.

Pembelajaran dari kasus kali ini adalah harus jeli melihat gejala. Apa yang disebutkan di atas memang seringkali dialami oleh Anak, tapi jika gejala di atas muncul pada saat bersamaan, maka perlu diwaspadai serangan Cacing kemungkinan sedang terjadi. Dan... Ternyata oh ternyata ada baiknya minum obat Cacing tiap enam bulan atau satu tahun. Hemm...

-Ling-

Si Cacing. Best of The Best

Bacaan di malam minggu yang ceria. Alasan kembali membuka buku setelah sekian lama absen membaca.

Review menyusul *kalo jadi update :P

Semoga semua makhluk hidup berbahagia..

-Ling-

Sapih

Jreng jreng jreng..

Saatnya memasuki fase baru dalam peran ibu. Menyapih si Anak. Pengalaman pertama yang satu ini ga kalah bikin galau dengan pengalaman ketika berdebar berharap tetes-tetes ASI segera mengalir dan menutrisi si newborn. Target tetap mampu untuk enam bulan dan kemudian dua tahun.

Setelah dua tahun berlalu, PR baru pun muncul. Saatnya mengakhiri masa-masa special dengan si Anak yang tak kan tergantikan ini. Dari pengalaman beberapa teman, acara gamsus yang satu ini memang tricky. Beberapa jurus andalan pun mereka bagikan.

Dengan pertimbangan tersendiri, diputuskan untuk memulai sejak h-30 dengan memberi pemahaman bahwa masa nenen akan segera berakhir. Nanti ketika sudah ultah artinya sudah bukan bayi lagi, udah gede. Jadi sudah ga nenen sama mama lagi.

Apakah berhasil? Keinginan untuk ultah serta-merta terkalahkan oleh keinginan nenen. Tiap kali diberitahu, jawabannya adalah "Ga mau ultah. Mau nenen aja".
Di saat lain begini lah jadinya. Tak menyuarakan keinginan untuk nenen, tapi sudah lebih dari 12 jam sejak bangun dan tak ada tanda-tanda mau tidur meski mata uda sisa lima watt saja.

Antara tega dan ga tega deh kalo uda liat anak sakaw begini...


-Ling-

Saltum

Sekali ini saltum alias salah kostum ke undangan. Begitu masuk ruangan merah meriah semua! Berdua dengan Kamu hari itu temanya hitam. Lirik kanan-kiri paling satu-dua yg berhitam ria kaya kita. Bagusnya si Anak masi pake yang agak merah. Jadi sedikit ketolong deh.

Happy Birthday popo William "Wiwi" Panjang umur dan sehat selalu.

Selfnote, biasakan diri mengenakan merah kalo ke acara ultah. Terlebih jika yang ultah orangtua. Banyak merah banyak ong!

Semoga semua makhluk hidup berbahagia

Cheers,
-Ling-

Turning Two

Not a baby anymore! 

Yeah.. She is turning two now! Ready or not.
This mommy can't write a pretty words. Only can wish my angel a blessed healthy happy life ahead. All the best wishes for my one and only one. Muahhh...

Sabbe satta bhavantu sukhitatta.


-Ling-

5th Anniversary

Happy 5th Anniversary dear Kamu!
Muahh..

-Ling-

Timezone

Timezone yang lama ditinggal ga pernah disamperin kini kembali familiar. Antara bersyukur atau memang emak pelit, sampai saat ini anaknya masih banyakan ppd alias pegang-pegang doang. Gemes juga kan kalo uda gesek kartu main sebentar uda kabur lagi anaknya.

Modal utama cuma kaki. Siap-siap aja buat ngejarin si Anak yang lari kesana kemari. Hampir semua mainan mau dicoba. Bahkam yang sejenis pun dijajal satu persatu. Yah, cuma sekedar tepak-tepok dan pindah lagi.

Beberapa kali terakhir malah mamake sama ieieke yang seru main lempar badut. Lumayan buat ngilangin stress mau nabok orang. Hahahaha...

Oh yah, buat yang tergoda promo serbu serba seribu atau mungkin promo lainnya. Ada baiknya bertanya jelas tentang tanda bintang yang ada.

Ceritanya beberapa pekan lalu mau menikmati promo Serbu yang ada, berangkat lah ke Timezone PV. Sempat nanya sama yang jaga di Kasir promonya seperti apa. Dijawab singkat bahwa promo seribu sekali main kebanyakan hanya untuk permainan anak dan mainan yang tidak mengeluarkan tiket. Tidak berlaku juga untuk vending machine dan capit boneka.

Ya sudah dong. Karena di kartu masih ada saldo lumayan sekitar 100rb lebih langsung saja melenggang ke arena bermain anak. Seperti cerita pertama bahwa anaknya masih kebanyakan PPD. Yang tua pun tergoda dengan permainan seribu perak. Beberapa permainan tembak-tembakan yang kalo harga normal hampir 10rb rupiah atau bahkan sampai 15rb sekali gesek pun dijajal.

Dan, dengan kemampuan menembak yang aduhai ga berasa cepat sekali harus kembali menggesek untuk melanjutkan permainan. Merasa mumpung seribu maka lanjut terus mainnya. Kartu digesek dan digesek lagi tanpa memalingkan mata dari layar.

Baru beberapa kali gesek eh kog ga bisa lagi. Dibilangnya saldo ga cukup. Hemm.. Daripada bingung ditanya lah ke petugas kasir. Eng ing eng.. Ternyata dan rupanya, untuk promo Serbu itu harus isi saldo khusus sebesar 50rb yang setara dengan 50x main dalam hari itu juga.

Maknyus bener. Niat mau menikmati main murah malah masuk jebakan. Syarat dan ketentuan tidak dijelaskan dengan detail. Pelanggan ga teliti terjerembab sudah.

Ketika ke Timezone Empo petugas di sana ga seperti petugas di PV. Ketika ditanya tentang promo Serbu, mereka menjelaskan di awal tentang saldo khusus tersebut. Lain lokasi lain capacity.

Akhir kata, be ware!

-Ling-

Gajah Biru

Ada yang senang banget dapat boneka baru! Sampai ga boleh dipinjam sama Ii-nya.

Boneka Gajah Biru ini boneka kedua yang berhasil didapat si Kamu dari mesin capit. Boneka pertama namanya Ang-ang Jelek. Ada tambahan kata Jelek yang memang karena bonekanya ga mirip sama sekali dengan Doraemon.

Si Gajah Biru dari Amaz*n yang sekali main Rp.6000,- aja masih ga mirip. Apalagi yang mesinnya nangkring di samping pintu masuk Alf*mart sekali capik gopek saja pula. Maklum lah yah.

Anyway, mari kita tunggu dan saksikan. Apakah si Gajah Biru ini mampu mengalahkan si Ben dari Koko Ben (baca: Bear dari Koko Brent) atau Guling Kitty kesayangan.

PS: Finally not a late post or superlate post! Its Super fresh post!! :P

-Ling-

Bongkar Pasang

Kata orang tua, anak panas itu bisa karena lagi ada yg dipelajari. Habis itu akan ada kemajuan baru.

Kemajuan baru lain ga tau, pastinya setelah kemaren suhu agak tinggi, hari ini selain "bongkar" udah bisa "pasang". Naik level dalam hal mainan Lego. Yang biasa liat orang masang-masang langsung mau ngambil alih buat dibongkar, tadi sibuk mau masang jugal (baca: ngambil alih pasang sendiri).

Cukup senang dengan kemajuan yang satu ini. Pasalnya selain urusan berat badan yang dibawah rata-rata, menurut gue perkembangan motorik halus rada ketinggalan dibanding verbalnya. Jadi, meski masih kurang rapi setidaknya sekarang uda bisa masang!

"Tower" adalah hasil pasang dia. Ada beberapa bagian "atap" yang dari balok kecil juga. Yang gemes tadi pas dia masang sisi atap yang berjejer. Entah keasikan masang atau sedang merencanakan bentuk lain, udah sampai ujung eh masih mau nempelin satu lagi.
Lha ga ada bawahnya buat penahan masih mau masang atas. Ckckck.. Sampe geregetan sendiri pula. Alhasil yang udah terpasang sebelumnya dicopot dan dipasang ulang dengan yang ditangannya. Maksa bener yah.. Hahaha..

Semoga selanjutnya Lego berfungsi sebagaimana mestinya. Ga cuma orang-orangannya aja yang dimainin. Disuruh duduk dan keluar masuk pintu ;)

-Ling-

Reuni 63

Bertemu satu teman lama saja mampu membangkitkan kenangan lalu, bayangkan jika yang terkumpul berpuluh-puluh orang. Meski tak semua teman yang hadir saling mengenal di masa dulu atau masih mengingat satu sama lain, tetap saja kebersamaan kemaren menghanyutkan ke masa sekolah dengan seragam putih biru.

Saling cerita dan berbagi kabar terbaru, tak lupa senda gurau yang tak lepas dari kenangan lalu, tak terasa lah waktu berlalu.

Lima tahun sejak terakhir bertemu. Ada yang tak banyak berubah, ada pula yang sampai harus membenarkan kacamata untuk mengingat paras yang kini berbeda. 

Mungkin faktor usia yang sudah kepala tiga, kenakalan remaja kini tinggal cerita. Meski kekonyolan masih kental terasa dalam gaya bercerita.

Entah karena apa, rasanya belum puas bersenda gurau bersama. Ingin rasanya kembali menggelar acara yang serupa. Tapi, pasti tak kan sama esensi yang terasa karena rentang jarak masih seketika.


-Ling-

Sock

My baby growing so fast.. and, now this little Onga can put on her own sock!  #22months

-Ling-

Marmer Cake

Adonan cake masuk oven 18.25. Matang 45 menit kemudian. Penampakan dan status terakhir pada pukul 20.32 (saat postingan diketik) sudah sisa kurang dari seperempat saja. Mantap memang.

Marmer cake favorit kali ini dibuat mengikuti resep dari cookpad dengan sedikit penyesuaian mengikuti selera dan ketersediaan bahan.

Cara membuatnya mudah. Tidak perlu mengocok putih telor secara terpisah. Hasilnya, yummy! Lembut dan tidak kering. Jadi lah diabadikan di sini untuk rebake dikemudian hari seandainya kelamaan ga bikin dan lupa takaran bahan-bahannya.

Bahan:
200 gr mentega
150 gr gula (aslinya 200 gr)
5 butir telur (aslinya 4 butir)
150 gr tepung terigu
1 sdt vanili
2 sdm Milo

Cara:
Kocok mentega dan gula sampai putih dan mengembang.
Masukan telur satu persatu.
Masukan campuran tepung terigu dan vanili sedikit demi sedikit sambil diayak.
Setelah merata, campur sedikit adonan dengan Milo untuk membuat motif marmer.
Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dioles mentega dan dilapis dengan terigu.
Panggang dalam oven 180 celcius yang sudah dipanaskan sekitar 45 menit.
Karena gue suka kulit yang agak garing, jadi tambahan waktu 5 menit di oven dengan api atas.

Karena menggunakan Milo dan bukan coklat bubuk biasa, jadinya kata "jadul" dikeluarkan dari nama kue. Perasaan masih ada sisa bubuk coklat, ternyata pas nyariin ga ketemu. Sudah habis dibikin minuman sama si Dede. Jadilah improvisasi dengan bubuk Milo yang sama-sama menghasilkan warna coklat. Jeleknya Milo, warna coklatnya tenggelam ke bawah. Jadinya kurang marmer penampakannya.

Akhir kata, jangan nimbang dulu deh sementara waktu! Ckckck..

-Ling-

New Haircut

Hampir dua tahun sudah sejak keinginan muncul dan baru terealisasi kemaren. Dan kalo bukan karena si hair stylist yang gerak cepat mungkin masih belum sependek ini hasilnya.

Sempat harap-harap cemas awalnya.  But like the result. Feel fresh and enteng!

-Ling-

Burger Abang Rumahan

Gue selalu suka Burger Abang yang jualan keliling dengan sepeda itu. Beda aja gitu sama punya Burger King atau McD.

Sejak masuk bulan Ramadhan, begitu ujung jalan yang satu ditutup untuk Tarawih warga, maka akan mangkal tukang makanan. Salah satunya yang jualan burger. So happy about that.

Pelaku pertama adalah si Kamu yang suatu malam pulang-pulang bawain burger. Sejak itu selama semingguan hampir tiap malam jajan burger si abang ini. Tapi, lama-lama kog jadi ngeri sendiri yah liat warna ham-nya yang merah merona.

Prinsip (baca: pembenaran) gue akan makanan jalanan adalah, sesekali tak masalah. Dan, kalo uda semingguan itu udah ga sesekali lagi ceritanya. Apalagi mengingat untuk satu burger tanpa keju itu Rp. 6000 saja. Tambah selembar keju singles jadi Rp. 9000. Jadi kepikiran deh untuk bikin sendiri di rumah meski nantinya harus mengeluarkan uang lebih.
Begitu bikin di rumah, eh ada yang ketagihan. Pulang-pulang bawain lagi roti bulat buat burger. Kali ini beserta ham, keju singles dan ketimun. Padahal, waktu pertama minta beliin roti bulat itu alasannya banyak. Ckckckck

Meski bukan termasuk makanan sehat, setidaknya dengan mengeluarkan tenaga dan waktu lebih, bisa mendapatkan jajanan favorit yang lebih sehat dari yang dijajakan si Abang. Menyuapkan rotinya dan keju ke mulut si Onga pun lebih tenang.


-Ling-

Onga, 28 Jun 2016

Hai.. hai.. segera blog ini akan semakin di banjiri oleh postingan tentang Onga dan Onga. Semoga tidak bosan! *serasa selebriti blog yang banyak pembacanya*

Si 21 bulan semakin bawel dan aktif. Sudah mulai bermunculan pertanyaan "kenapa" versi dia yang berubah menjadi pertanyaan "kog".
"Kog mati lampu?"
"Kog tutup pintu?"

Hobi turunan menonton tivi semakin kuat. Makin banyak saja tayangan yang dia ingat. Kalo minta nonton langsung sebut judul.
"Mama nonton Kate & Mim mim",
"Mama, nonton Upin Upin",
"Mama, Kereta api aja",
"Mama, mau Masha"
"Mama, Sophia boleh", etc

Bagus ada Useetv yang punya fitur Video on Demand dan bisa streaming langsung. *Ga nyesal deh dulu belinya SmartTv karena iming-iming digital tv yang ga tau gimana perkembangannya sekarang. Jadi bisa dengan gampang mutar tayangan yang diminta.

Gue memang termasuk orangtua yang agak melonggarkan screen time. Belum dua tahun uda dikasi nonton. Terpaksa versi pembelaan diri, "anak ku susah makan. Tayangan Upin Ipin atau yang lainnya mempermudah acara makan". Karena dikenalkan, jadi lah dia minta tambahan di luar jam makan.

The best I can do to minimize TV Time, Play Time! Membaca, mewarnai, memasang puzzle, main masak-masak, main bikin rumah, main bola, ngajak jalan-jalan, dll. Makin ngetik, ga terasa ternyata sudah banyak yang sudah dikuasai si Onga. Bahkan sudah bisa menyanyikan "Burung Kakak Tua", walo belum lengkap semua.

Cutest thing, check this one. Nama-nama warna versi Onga, yaitu:
Pink, warna terang
Coklat, warna gelap
Hitam, hitam.

Love you full my girl! Muahh..

-Ling-

2nd Braid

Salah satu kegiatan feminine favorit selain kutekan, kepang rambut! Well lebih tepatnya, ngepangin rambut orang yah. Hehehe..

Senang rasanya bisa sukses ngepang rambut si Onga. Bukan hal gampang untuk minta dia duduk diam selama proses. Sekedar ngikat aja sulit. Jadi ketika sukses bikin satu hairdo, rasanya itu.. woww! :P

Ini adalah hairdo kedua. Yang pertama sukses tanpa diduga dan ga ingat untuk motoin. Kejadiannya begitu cepat. Dari sekedar iseng pegang-pegang rambut, sukses ngepang sampai jam mandi dan si Onga udah wangi shanpo lagi.

Jadi ingat dulu pertama kali belajar ngepang model "tulang ikan" kaya gini berkat jasa dan kebaikan si adik yang rela rambutnya dijadiin kelinci percobaan. Mungkin sekitar SMP. Oh my!  Cepatnya waktu berlalu. Dari anak abege mainan rambut sang adik, sekarang berkutat dengan rambut anaknya.

-Ling-

Random Post

My Onga.. my ebeb kecil, pose mu nak, ga tahan!

-Ling-

Bapak dan Anak

Pernah liat kumpulan foto yang dibagikan di jejaring sosial tentang beda anak dijaga sama bapak dan ibu. Dan, hari ini gue abadikan salah satu yang terjadi di rumah.

Bapake terlelap ditemani oleh Onga delapan belas bulan yang menyibukan diri dengan bongkar isi dompet dan bercerita dengan bunny. Mamake ngintip dari balik pintu setelah menyadari keheningan ganjil dari kamar yang hanya diisi oleh duo bapak dan anak.

Percayalah pada naluri ibu, terutama yang disertai dengan keheningan yang tak seharusnya.

PS. Prekuel adegan di atas adalah bapak dan anak rebutan boneka.

-Ling-

Thinker

Hi! The thinker is here.

-Ling-

Suatu Sore

Cheese sore dari Onga. Mana tahan sama senyumannya! Uda fotonya direquest sendiri sama yang bersangkutan pula, mana mungkin didiamkan saja kan hasil jepretannya..

Berharap sampai waktunya nanti, dirimu kan menemukan dan membaca ketikan-ketikan singkat ku ini. Betapa mudah cara membahagiakan hati seorang ibu. *medadakmelodah


-Ling-

HNY

Happy
Happy
Happy New Year
Xin Nian Dao

Gong Xi Fa Cai!


-Ling-

Jalan-jalan Long Weekend

"Jangan rencanakan perjalanan mu". Itulah tips dari gue yang seringnya malah jadi pergi kalo ga direncanain. Salah satu perjalanan menyenangkan tak terencana terjadi pada tiga Januari. 

Persiapan nan minim ga mengurangi kesenangan selama berwisata. Bahkan memberikan pengalaman tersendiri dibanding ketika pergi dengan rencana matang dan persiapan penuh.

Ceritanya, pagi-pagi ditelpon diajak pergi. Awalnya ga berniat berangkat, bukan karena faktor dadakan tapi karena malas bermacet ria di masa libur long weekend. Eh, yang ngajak ternyata asik banget. Ga lama berselang uda sampe depan rumah. Ya sudah deh, meluncur!

Tujuannya, air terjun di daerah Sentul yang terkenal, Curug Bidadari. Yah, ga jauh-jauh dari Jakarta.

Long weekend emang dahsyat! Ramenya sadis! Mau berlama-lama di sana pun susah. "Celup-celup" dan foto-foto seh tetap. Rugi banget kan kalo nggak. Lagian mana tahan juga kalo uda liat air terjun ga disamperin. Hehehe..

Belum puas karena kondisi yang demikian padat, diputuskan lah untuk melanjutkan petualangan ke destinasi berikutnya, yaitu Bogor!


-Ling-

Sambut Imlek

Natalan udah
Tahun Baru udah
Selanjutnya siap-siap menyambut Tahun Baru Imlek!

Pertama kalinya setelah sekian lama ga berpohon angpao pas Imlek. Semua berkat ketertarikan si Cucu yang ditindaklanjuti oleh si Nenek.

Ceritanya waktu jalan ke Pancoran ga pake patung alias Pecinan Jakarta, si Cucu senang sekali ngeliat pohon-pohon menyala yang dijual. Karena ukuran dan harga yang ga cocok yah ga dibeliin. Pulang dari sana kata "dahan pohon" pun menjadi trending topic keluarga.

Singkat cerita, proses perbaikan tanggul kembali dilanjutkan. Pinggir kali dipasang tiang pancang.  Nyokap langsung kepikiran sama pohon jambu tetangga yang ditanam dipinggir jalan. Setelah sesi perijinan kemudian pindah lah pohonnya dan disulap menjadi pohon Meihua.

Gue sendiri dari pertama ga banyak ikut turut andil. Kebanyakan si dede yang masang bunganya. Paling jadi komentator dan pengamat. Sampai terakhir turun tangan pas masang lampu aja ^^


-Ling-

Happy 2016

Happy New Year 2016!

Mari mulai gerakan pencapaian resolusi baru! Ehm, atau resolusi lama yang belum juga kesampean. Semoga ga ada lagi "pending" berkelanjutan..

Curahkan energi positif untuk hasil maksimal. 2016 untuk tahun yang lebih baik! Semangat!!


-Ling-