Excited

Huahaha.. lima postingan terakhir gue semuanya tentang perjalanan ke Ujung Genteng. Maaf yah kalo ada yang bosen. Bukannya apa neh, dan tanpa bermaksud pamer juga, cuman gue bener-bener excited. Jadi lah sampai hari ini masih gimana gitu.. Hehehe..

Padahal yah, perjalanan kemaren ga melulu lancar lho. Ada juga kerikil-kerikil kecil yang nusuk-nusuk kaki. Tapi, semua itu, oleh gue yang baik hati dan ga sombong ini, udah dijadikan sebagai penguat rasa bagi perjalanan kami, biar semakin membekas ^^

Kalo diingat-ingat lagi, perjalanan kemaren bakalan jadi perjalanan ga terlupakan! Karna selain pemandangan dan kesempatan berbaur dengan alam, gue mengalami hal-hal berikut:
Pertama, waktu tempuh yang lama plus jalanan yang cuma punya dua pilihan, berkelok-kelok atau naik turun. Gue rasa neh, kalo di game, para supir langsung naik level jadi super driver begitu balik dari Ujung Genteng.

Jalur berangkat, jalannya berkelok-kelok di hampir sepanjang 119 KM, angka yang ditunjukan oleh oleh plang jalan. Ga sempat ngambil barbuknya. Kalo ga pasti lebih menguatkan omongan gue dan bisa memberikan gambaran yang lebih lagi. Jalannya itu kaya huruf "S" yang berkesinambungan.

Waktu pulang, kelok-keloknya lebih mendingan, kondisi jalan pun lebih bagus, meski naik-turun. Jalanannya tuh berbukit-bukit gitu. Agak-agak deg-degan seh, tapi gpp deh, soale sampenya lebih cepat. Pas pulang, masih sempat neh foto salah satu kelokan yang tampak.

-Kelok-kelok Road-
Yang menghibur adalah pemandangan yang menyegarkan mata. Sayang, ini juga ga ada barbuk. Soale kan berangkatnya dua mobil, trus ga kenal gitu sama yang lain, cuman si kepala rombongan sama pacarnya aja. Jadi ga enak kalo mau berhenti sejenak hanya untuk foto. Ditambah lagi kondisi jalan yang ga memungkinkan. Kalo ga mah, jangan kan barbuk, mungkin udah bisa jadi galeri foto. Hehehe..

Dua. Efek samping jemur-jemuran di pantai yang bikin muka dan bahu gosong plus belang-belang. Padahal uda pake sunblock, tapi tetap aja efeknya dahsyat. Ga tau neh butuh waktu berapa lama untuk bisa balik lagi ke warna asli gue.

Tiga. Kerikil menusuk kaki yang "ngajarin" banget sekaligus mengingatkan gue untuk ga bersikap seperti itu. Plus, membuat gue sadar dan bersyukur, ternyata selama ini gue dikelilingi oleh orang-orang tau-diri-baik-hati-dan-tidak-sombong. Thanks teman-teman dan saudara-saudara ku tercinta!!

Kesimpulan: perjalanan 3 hari 2 malam ke Ujung Genteng yang lalu,
A W E S O M E.


-Ling-

0 comments

Post a Comment